LCCT, Bandara Budget yang Eksklusif

Untuk kelas budget terminal, LCCT KL ini bisa diacungi jempol. Jempol tangan dan kaki kalo perlu. Dibandingkan Budget Terminal-nya Singapore aja, LCCT masih lebih keren. Jangan kan Singapore, airport biasa di kota kecilnya Australia aja lewatttt… *permisi bosss* Eh, ini beneran, lho!

Saking seringnya naik pesawat budget via KL, saya jadi makin hafal sama LCCT. Kalau aja ada ujian, kayaknya saya bisa dapat 100! Kalo bener semua 1000 sih, hehe…

Di bagian utama bandara, dekat keberangkatan dan kedatangan, lebih banyak di jumpai restoran/cafe yg menjual makanan cepat saji. Ada pula yang menjual makanan bernasi, tapi tampaknya kelas harganya mahal. Kalau mau nyari makanan yang lebih murah, pergilah ke bagian ujung bandara, ke arah tempat pemberangkatan bus dari LCCT ke KL Sentral. Tempat makan itu berupa food court, yang bernama Food Garden. Udah murah, ber-AC, buka 24 jam, ber wifi dan colokan listrik pula!  Jenis makanannya adalah makanan Melayu/Padang, Chicken Rice, Aneka Mi, dan adapula KFC. Kalau tidak terlalu lapar, ada pula stall minum yang juga menjual buah, roti, cake, dan pau.  Harga makanan mulai dari RM 5. Di  gedung Food Garden ada musholla dan toilet yang banyak, bersih dan tidak ngantri. Tempat yg cocok untuk nongkrong sambil menunggu waktu keberangkatan pesawat.

Untuk check-in, jangan tergoda oleh antrian check-in yang panjang. Antrian panjang memang sangat menggoda untuk diikuti, terutama bagi anda yang sering ngantri saat ada shopping sale. Cari saja mesin self check-in yang bertebaran di hall check-in. Anehnya, mesin – mesin ini sering sepi. Padahal self check in prosedurnya sangat mudah dan cepat. Tinggal ikuti instruksi di layar mesin. Setelah dapat boarding pass, tinggal ke counter baggage drop. Oh iya, ini untuk Airasia. Untuk maskapai lain,  saya lupa ada atau tidak. Kalau anda bisa web check-in dari rumah, itu lebih bagus lagi. Datang di bandara tinggal drop baggage. Menghemat waktu dan energi anda. Untuk apa? Untuk bengong. Jika merasa bengong di LCCT, anda bisa melewatkan waktu dengan browsing. Jaringan wifi dapat dijumpai hampir di seluruh bangunan bandara.

LCCT bisa ditempuh dengan bus atau kendaraan beroda lainnya. Belum ada jalur kereta yang mampir ke tempat ini. Dari KL Sentral, ada beberapa bus diantaranya: AeroBus dan SkyBus. SkyBus ini sepertinya milik Airasia. Kita bisa membeli tiket SkyBus sekaligus ketika membeli tiket Airasia online. Cara ini lebih murah dibandingkan beli terpisah. Dengan beli sekaligus, harga tiket SkyBus jadi RM7 oneway. Sedangkan jika beli di tempat, oneway RM 9. SkyBus berangkat dari KL Sentral setiap 30 menit dari jam 3 pagi. Jadwalnya ada di sini. Kalau mau beli tiket di tempat dari KL Sentral, yang lebih murah adalah AeroBus, RM8 sekali jalan, RM 14 pp. Juga berangkat setiap 30 menit, dengan waktu tempuh rata – rata 1 jam.  Jadwalnya ada di sini. Kalau SkyBus rata – rata 1 jam 15 menit.

Jika anda mengejar pesawat pada waktu – waktu peak hours, terutama jam – jam orang pulang kantor, antisipasi perpanjangan waktu tempuh. Maklum, agak macet. Alokasikan waktu perjalanan bus selama 2 jam.

Selain bus dari KL Sentral, sepertinya ada pula bus – bus langsung dari Pudu Raya ke LCCT. Belum pernah naik, tapi saya pernah liat tulisannya di bus. Dahulu ada bus dari Terminal Bus Bukit Jalil, tapi sekarang trayeknya telah berhenti. Jadi, kalau dari Terminal Bukit Jalil, jalur ke LCCT yang biasa kami tempuh adalah: Bukit Jalil – Bus RapidKL ke Pudu Raya – Taxi ke KL Sentral (RM15) – bus ke LCCT. Agak ribet. Tapi so far so good.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s