Menikmati Beningnya Laut Tioman

Bagi anda pecinta pantai dan ingin mencari pantai yang indah di Malaysia, anda bisa mengunjungi Pulau Tioman. Pulau ini terletak di sisi timur Semenanjung Malaka. Tidak begitu jauh dari Singapore / Johor. Tioman dapat dicapai dengan Ferry yang berangkat dari kota Mersing. Kota Mersing berjarak sekitar 3-4 jam dari Johor Bahru.

Kami mengunjungi pulau ini pada sebuah long weekend di bulan April 2009. Kami berangkat dari Singapore kesiangan, sehingga terjebak macet di Imigrasi Woodland dan Johor Bahru selama total 4 jam. Berangkat dari rumah jam 10 pagi, lolos imigrasi jam 2 siang. Fiuhh… hari yang menyenangkan.

Selepas Imigrasi, kami makan siang dan sholat dulu di City Square, sebuah mall yang terhubung dengan Imigrasi Johor Bahru, Sultan Iskandar CIQ Complex. Dari situ kami ke Terminal Bus Larkin. Bus dari City Square ke Larkin bisa dicegat di 2 jalan yang mengapit City Square: Jalan Wong Ah Fook dan Jalan Tun Abdul Razak. Waktu itu kami naik bus dari Jalan Tun Abdul Razak. Jalan ini diapit oleh bangunan Imigrasi dan City Square. Tinggal cari saja bus yang bertuliskan ‘Larkin’, ongkosnya RM 1.7.

Bus langsung dari Larkin ke Mersing, frekuensinya tidak sering. Pagi pukul 8.30 dan siang pukul 2.30. Berhubung kami ketinggalan bus 2.30, kami harus mencari jalan lain, yaitu lewat Kota Tinggi. Dari Kota Tinggi, bus ke Mersing lebih sering. Dari Larkin ke Kota Tinggi sekitar 1 jam, naik bus Maju 227. Sebenarnya, menurut WikiTravel, bus ini juga bisa dicegat di Jalan Wong Ah Fook seberang City Square. Ongkosnya RM 4.80.

Dari Larkin cukup sore, kalau tidak salah sudah pukul 4 sore. Berharap sampai di Kota Tinggi sebelum pukul 7, karena jam segitu bus ke Mersing sudah akan habis. Berhubung ketika itu sedang musim hujan, perjalanan bus agak terhambat oleh banjir. Ya, jalanan agak macet. Sampai di Kota Tinggi pun sekitar jam 6. Terminal bus Kota Tinggi sangat sederhana. Platform bus nya hanya berupa pinggiran trotoar yang bertanda. Di sekitarnya terdapat warung – warung. Tapi jangan berharap menemukan money changer di terminal, harus pergi keluar terminal agak jauh untuk menemukannya.

Karena macet, bus ke Mersing datang hampir pukul 8 malam. OmniBus namanya. Perjalanan ke Mersing sekitar 2 jam. Bagian awal perjalanan datar dan lurus, tapi mendekati Mersing jalanan jadi berliku – liku. Sampai di Mersing sudah sangat malam, sekitar jam 10. Jelas saja kami ketinggalan ferry.

Sesampainya di Terminal Bus Mersing kami mencari tempat penginapan. Kami tidak punya reservasi hotel apapun di Mersing. Hotel pertama yang kami datangi penuh, dan kami melanjutkan mencari hotel di hampir tengah malam itu. Akhirnya, ada hotel yang masih punya kamar kosong, namanya Hotel Embassy. Lokasinya masih dekat dengan terminal. Kami menyewa 1 kamar seharga RM 60. Dari luar penampilan hotelnya tidak mewah. Sangat biasa, tapi kamarnya cukup luas dan bersih, terdapat 1 queen bed dan 1 single bed. Kamar mandinya juga lumayan. Akhirnya bisa tidur juga kami malam itu.

Keesokan paginya kami check out awal. Berharap mengejar ferry terpagi ke Tioman. Kami sarapan pagi ke sebuah pasar yang ada food courtnya, masih di dekat terminal. Kami naik taksi ke Pelabuhan Ferry Mersing. Cukup murah, tapi lupa berapa, sepertinya tidak sampai RM10. Lha wong ternyata pelabuhannya itu sangat dekat dengan pelabuhan. Bisa jalan kaki, mungkin 15 menitan. Sampai di pelabuhan, kami mencari tiket. Di sana banyak calo yang menawarkan tiket, hotel dan paket2 wisata. Ya, kami memang belum punya reservasi hotel di Tioman. Tapi yang kami cari lebih dahulu adalah tiket ferry. Ferry terpagi sudah berangkat, pukul 7.30.  Berikutnya jam 10. Katanya ferry beroperasi dari 7.30 sampai jam 6 sore, dengan interval tiap 2 – 3 jam sekali, tergantung cuaca dan ombak. Harga tiket 1 way RM 35. Kalau bisa beli return, soalnya sering penuh. Waktu itu saja, dari yang rencananya kami ingin balik keesokan sore, kami kehabisan tiket. Akhirnya harus ambil ferry paling pagi dari Tioman, sekitar pukul 7. Gak asik.

Sambil menunggu ferry, calo – calo itu pantang menyerah untuk menawari kami hotel. Akhirnya, ada salah satu calo juga yang berhasil. Pakai jurus kolusi sesama orang Indonesia, sih. Dia menawarkan hotel, tapi kami tawar harganya. Elo berhasil, kite juga dong! Akhirnya dia berjanji untuk mempertemukan kami dengan pemilik hotelnya langsung kalau mau menawar. Waktu itu kami ditawari RM 120, untuk sebuah pondok ber AC dan kamar mandi. Ah, mahal sekali! Alasannya musim libur. Kami tawar RM 90. Kan kami cuma berdua ini, kan kamarnya buat bertiga. Akhirnya dapet deh.

Oh iya, di Tioman, tempat yang kami tuju adalah Kampung Salang. Kampung ini terletak di bagian utara Tioman. Perhentian paling akhir ferry, di ujung paling utara. Menurut info2 yang kami baca, semakin ke utara, semakin bagus pantainya. Selain itu, kami ke Salang juga karena ingin ke Pulau Tulai (Coral Island) yang lebih dekat dicapai dari Salang. Coba lihat foto – foto nya di sini, wuih.. menggiurkan bukan?

Perjalanan ferry dari Mersing ke Salang memakan waktu sekitar 2-3 jam.  Salang adalah perhentian terakhir sebelum akhirnya balik ke kampung-kampung yang tadi sudah disinggahi. Benar saja, ketika sampai kami disambut oleh jernihnya warna laut Tioman. Bening biru kehijauan. Seperti kolam renang yang luas. Airnya tak berbau amis seperti di kebanyakan pantai.  Ferry berhenti di tepi dermaga yang berupa jembatan panjang yang menjulur dari tepi pantai. Sampai sana sudah siang, pukul 1.

Kampung salang tidak besar. Jalan – jalan di sana pun hanya setapak. Ya paling selebar 1 meter. Ke mana – mana cukup berjalan kaki. Ketika sampai ternyata kami sudah dijemput, diantarkan ke penginapan. Penginapan kami namanya Salang Indah Inn. Wujudnya sekamar berupa pondok – pondok. Lokasinya tidak begitu strategis, agak jauh dari tepi pantai, tidak bisa memandang laut lepas langsung. Kalau malam ternyata sepi dan agak gelap. Cocok buat yang lagi honeymoon. Penampilan kamarnya lumayanlah. Ada 1 bed besar, dan 1 bed kecil. Kamar mandi di dalam dan ber AC. Kamar mandinya tidak begitu bagus di sana. Pokoknya fungsional😀

Cari – cari info ke P. Tulai, ternyata trip ke P. Tulai sudah berangkat jam 10 pagi. Kecewa. Akhirnya, kami makan siang saja. Di sana ada beberapa restoran. Kami mencari yang punya view ke laut lepas. Di siang yang sepoi – sepoi, minum segelas es yang dingin sambil memandang laut lepas. Setelah makan, kami ke pantai. Untungnya cuaca siang itu cukup bersahabat, meskipun paginya ketika di ferry turun hujan. Tak mau rugi melewatkan cuaca yang lagi cerah, kami bermain – main di pantai. Benar – benar seperti foto – foto yang sering kami lihat tentang Tioman. Pantainya bersih, airnya bening sampai ikan – ikan terlihat berenang – renang di dekat kaki. Pantainya panjang dan terlihat lengang. Di agak ke tengah ada turis – turis yang berenang dan snorkeling.

Di sana ada pondok – pondok yang lokasinya lebih dekat ke pantai, dengan view laut. Waktu malam tiba, suasana menjadi cukup meriah. Ada restoran / cafe yang bikin live music. Kami makan malam di dekat penginapan yang cukup happening, namanya Salang Indah Resort. Di resort itu ada supermarketnya, warnet, dan restoran. Huh, kalo tau sebelumnya, tentu saja kami ingin booking di tempat itu saja. Tempat kami kalau malam terlalu sepi, krik.. krik.. krik. O iya, siap – siap banyak nyamuk. Di kamar disediakan kelambu anti nyamuk sih.

Pagi – pagi kami sudah harus siap pulang. Di pagi hari air laut tampak surut. Garis pantai mundur ke arah laut. Untuk sarapan kami beli roti tawar dan selai di supermarket Salang, karena pagi belum ada warung buka. Jetty pertama kami naiki. Perjalanan agak terhambat di Kampung Tekek, entah kenapa. Tapi seperti ada hiruk pikuk karena ferry nya kebanyakan orang. Petugasnya sibuk mengecek tiket, sepertinya ada tiket berganda.

Sampai di Mersing masih pagi. Nyari bus langsung ke Larkin, kehabisan. Lagi – lagi deh… Akhirnya naik bus OmniBus ke Kota Tinggi lagi. Lalu nyambung ke Larkin. Kali itu imigrasi JB ke arah Singapur sangat lancar. Dan memang, kami belum pernah kena macet di Imigrasi dari arah JB ke Sgp. Total perjalanan ke Tioman menghabiskan sekitar SGD 220, untuk 2 orang, 3 hari 2 malam, sudah termasuk segala transport, penginapan, makan, beberapa suvenir, cemilan, cepuluh dan cebelas :D  Kalau pergi berombongan tentunya bisa lebih hemat lagi, karena ada penginapan yang 1 kamar bisa beramai – ramai.

Gara – gara kurang persiapan, liburan ke Tioman jadi kurang optimal. Kesalahannya karena kurang pagi dan tidak punya reservasi hotel dan ferry. Kalau niat harus berangkat pagi – pagi sekali dari Sgp. Kalau perlu menginap saja di JB, hotel Tune kan murah, tuh. Kejar bus paling pagi dari Larkin yang langsung ke Mersing.  Sepertinya tiketnya RM 10-12. Kalau bus langsung dari Singapore, ada juga, tapi konon harganya lebih mahal 3 kali lipat. Bisa dicoba kalau mau menghemat waktu. Sekalian saja beli tiket ferry dari Sgp, kalau bisa. Kalau di Larkin, belilah tiket langsung dari counternya. Jangan beli sama calo – calo. Takutnya nanti di mark-up, atau bisa – bisa tiketnya palsu.

Kalau anda punya long weekend dari Jumat sampai Minggu, ada plan  yang sangat optimal untuk diikuti. Simak detilnya di sini. Selamat bersantai di pantai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s