Pendaratan Darurat di Negeri Kangguru (seri Aus – 1)

Suasana kabin pesawat saat itu sangat membosankan. Rasanya baru kali ini naik pesawat jarak jauh, 8 jam, tanpa fasilitas apa – apa. Nggak dapat makan, minum, selimut, apalagi in-flight entertainment. Ya, perjalanan kali itu adalah dari Kuala Lumpur (KL) ke Melbourne naik AirasiaX. Ya gitu deh… namanya juga budget airline, ya budget lah apa – apanya. Kalo mau nambah fasilitas ya nambah ongkos, neng! Gak opo – opo wes, sing penting murah – meriah, slamet! Kalau mau lebih murah lagi, beli saja jauh – jauh bulan. Kalau bisa 4 bulan lebih sebelumnya. Harganya bisa sekitar RM 1500 pp.

Sebenarnya nggak masalah tanpa fasilitas – fasilitas tambahan naik pesawat jarak jauh. Apalagi perjalanan malam. Justru cocok jadi waktu tidur. Gak perlu diganggu sodoran makanan ataupun godaan film – film box office. Yang jadi masalah adalah kalo gak bisa tidur. Waktu 8 jam bukan waktu yang singkat untuk dilalui tanpa aktifitas. Namanya juga orang naik pesawat, kalo bengong, pikiran suka aneh – aneh. Guncangan turbulence dikit udah bisa bikin stress! Saat gak bisa tidur itulah rasanya in-flight entertainment jadi barang yang die – die must have one! Airasia juga punya, bentuknya berupa layar lepasan seperti iPad tebal. Kalo gak, bawa saja buku bacaan. Kalau mau baca – baca Qur’an tentu lebih baikšŸ™‚

Pesawat berlepas jam 10.30 malam, 22 Des 2010. Rencananya sampai jam 9.20 pagi waktu setempat. Sekitar tengah malam, terdapat pengumuman dari kokpit menanyakan adakah yang berprofesi dokter atau paramedis. Agak terjadi sedikit kehebohan. Sedikit saja, sebab kebanyakan penumpang sedang lelap tertidur. Hasil nguping samar, katanya ada seorang penumpang yang terkena serangan jantung. Tempat duduknya beda 4 baris saja dari kami. Seorang ibu tua. Setelah seorang dokter mendatangi ibu itu, keadaan pun terkendali.

Tak lama kemudian sinar matahari mulai tampak masuk ke dalam kabin. Hari mulai pagi. Terlebih lagi arah pesawat menyongsong datangnya matahari. Terdengar pengumuman dari kokpit lagi bahwa pesawat akan didaratkan darurat. Mendarat di kota Alice Spring. Sudah mencapai tengah benua rupanya. Pesawat mendarat mulus. Pesawat transit, sedangkan penumpang tetap di pesawat. Kemudian naiklah petugas paramedis dari kota setempat dengan membawa peralatan untuk mengevakuasi pasien. Tak tau kenapa, rasanya prosesnya lama dan ribet. Petugas mondar – mandir denganĀ  suara HT yang bersahut – sahutan. Kursi roda dinaikkan, tandu sekalian, eh.. ujung – ujungnya pasiennya dituntun jalan pelan – pelan. Sigh! Keluarga pasien sekaligus diturunkan di kota itu. Lamaaa sekali rasanya transit kali itu. Pilot tak segera memberangkatkan pesawat dan tidak ada kepastian sampai berapa lama lagi. Membosankan? Sudah jelas. Kelaparan? Tentu, karena jam sarapan pagi sudah lewat, tapi tidak bawa makanan. Akhirnya, yang ditunggu – tunggu tiba, pramugari membagi – bagikan makanan.

Cheese and crackers or brownies for you, Mam?”
Brownies, please

Yay! Pilihan yang tepat, brownies coklat yang mantap! Coklatnya, coklat bangettt. Cocok buat orang kelaparan kronis. Kenyang, dan pesawat pun take off.

Alice Spring ke Melbourne sekitar 2 jam. Sampai di Melbourne sekitar pukul 1 siang. Beres imigrasi ke tempat pemeriksaan custom. Terdapat formulir deklarasi custom yang harus diisi. Custom Australia terkenal ketat memeriksa barang bawaan. Terutama flora dan fauna, serta produk – produk nabati dan hewani untuk melindungi hasil bumi mereka. Daripada ketangkap, mendingan men-declare dengan jujur. Waktu itu petugas sempat memeriksa abon dan cereal bubuk yang kami bawa. Tapi untungnya diluluskan.

Bandara Tullamarine Melbourne. Begitulah bunyinya. Kakinya bertanduk, hewan apa namanya. Keluar bandara, disambut udara sejuk adem. Bandara ini letaknya agak di luar kota. Ke tengah kota ada shuttle bus yang namanya SkyBus. Tak perlu menunggu lama, ada setiap 10 menit, beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bisa mengantar pulang dan pergi sampai dan dari hotel. Di kota Melbourne, pangkalannya di Southern Cross Station (SCS). Jadi satu sama stasiun kereta. Tiketnya 1 way AUD 16, pp AUD 26. Tiketnya bisa dibeli di loket di bandara ataupun di bus stop. Perjalanan dari Tullamarine ke SCS sekitar 30 menit.

Bangunan SCS megah. Bagian basement-nya terminal bus, tengahnya stasiun kereta antar kota antar propinsi, atasnya stasiun kereta ke sub-urban Melbourne. SCS ini semacam stasiun sentral di negara – negara Eropa, Hauptbahnhoff (HBf) di Jerman, Swiss, atau KL Sentral, stasiun di mana semua kereta berpusat dan terintegrasi dengan terminal bus, dan pangkalan taksi. Di seberang SCS pun terdapat trem stop dari beberapa jalur. O iya, jika tiba di bandara Melbourne, jangan lupa mengambil brosur tentang kota Melbourne. Gratis. Di dalamnya ada keterangan tentang jalur – jalur transport.

Southern Cross Station Train Platforms

Tiba di SCS dengan kelaparan. Efek mantebnya brownies sudah hilang. Cari makanan, alhamdulillah ketemu yang halal. Kebab! Seporsi AUD 9. Beli 1 buat berdua. Dari awal sudah curiga kalo porsinya pasti besar, seperti porsi – porsi makanan bule pada umumnya. Dan ternyata benar, 1 kebab berdua bikin kenyang. Yang cukup mengharukan, di SCS juga ada musholla nya. Prayer Room, begitulah bunyinya, di papan petunjuk.

Papan Petunjuk di Stasiun

Hotel kami namanya Hotel Enterprize, letaknya di sisi seberang SCS. Cukup 5 menit jalan kaki dari SCS. Kami booking 3 malam seharga total AUD 277, untuk jenis kamar Executive Double room. Dapat deal yang cukup bagus, untuk kamar yang bagus dan luas. Bisa booking langsung melalui website nya di sini, tapi bila book lebih dari 1 malam bisa lebih murah di sini. Hotel ini bagus, tapi tergantung jenis kamar yang apa. Review saya tentang hotel ini bisa dibaca di sini.

Ahh.. akhirnya sampai juga kami di hotel. Bisa sedikit melepas lelah, mandi, sholat dan leyeh – leyeh. Tapi tak lama, karena membaca info tentang trem gratis yang hanya beroperasi sampai jam 6 sore. Ya, di kota ini ada servis trem gratis yang bernama City Circle line. Keretanya berwarna coklat tua bertuliskan “City Circle” (CC). Kebetulan hotel kami dekat dengan trem stop-nya CC. Pukul 4, kami bergegas keluar hotel. Tak mau rugi melewatkan kesempatan keliling kota gratis di hari itu. Jalurnya mengelilingi pusat kota Melbourne, melewati tempat – tempat penting di kota itu. Cocoklah.

City Circle Trem

Sore itu kami ikuti saja CC, naik sampai kembali ke tempat yang sama lagi. Sekedar ingin tahu, seperti apa sih kota ini.Ā  Kemudian mencari tempat makan malam. Daftar sekaligus peta tempat makan yang halalĀ  dan masjid/musholla bisa dijumpai di sini.

Sore itu kami pergi ke Federation Square, tempat nongkrongnya orang Melbourne. Tertarik untuk mengunjungi tempat ini karena ramainya. Tempat ini berupa pelataran yang luas dikelilingi oleh beberapa bar dan restoran, serta sebuah layar lebar. Anggaplah layar tancap elektronik.

Federation Square

Terburu – buru kami mengejar trem. Takut kehabisan trem. Ternyata nasib sedangĀ  baik. Ada pengumuman dari ruang supir trem bahwa hari itu sampai 3 hari kedepan trem beroperasi sampai jam 9 malam. Rejeki!

Jalan – jalan kami lanjutkan. Tapi tak begitu berguna, karena ternyata kota ini tidur cepat. Toko – toko sudah banyak yang tutup sekitar jam 6 sore. Yang masih buka hanyalah restoran dan bar. Gak asik! Masuk ke mall, hanya untuk menyaksikan prosesi tutup toko – toko. Sebelum pulang ke hotel menyempatkan makan malam di Es Teler 77, Swanston St. Hari masih baru gelap ketika kami pulang ke hotel. Maklumlah, kalau summer magrib baru jam 8.30 malam.

Federation Wharf

Berada di negara yang tidur cepat adalah hal yang tidak biasa bagi kami. Sebenarnya negara – negara di Eropa pun tidurnya cepat. KamiĀ  hanya tidak terbiasa dengan tempat yang tidurnya cepat, karena jam 10 malam, toko – toko di Singapura baru pada tutup. Ya, baiklah, sepertinya disuruh tidur tepat waktu selama berada di sini. Jadi, sampai ketemu besok!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s