Menyusuri Pantai Selatan (seri Aus – 2)

Hari itu berencana pergi ke luar kota. Menyusuri pantai selatan benua ini. Jalur pantai selatan yang legendaris: Great Ocean Road. Jalan ini adalah jalur pantai selatan yang sangat panjang, membentang dari kota Torquay sampai dengan Portland sepanjang 356 km. Kota – kota di sepanjang jalur ini adalah: Anglesea, Aireys Inlet, Lorne, Apollo Bay, Port Campbell, Warnambool, dan Port Fairy. Kami berencana hanya sampai di Lorne saja,karena tidak berencana menginap. Takut pulang kemalaman kehabisan angkutan.

Dari pagi sudah siap – siap. Mandi dan sarapan. Sarapannya mi instan bawa dari rumah. Sudah bawa kompor buat travel, tapi gak jadi dipakai gara – gara setelah dicolokin, agak lama jadi berasap. Akhirnya masak air pake ketel yang disediakan di kamar hotel. Jadilah mi instan seduh. Dimakan pakai abon sapi. Enak juga.

Dari Melbourne kami naik kereta regionalnya V/Line dari Southern Cross Station ke kota Geelong. Stasiunnya yang Geelong Station, bukan yang north ataupun south. V/Line ini adalah operator transportasi milik negara bagian Victoria. Selain menjalankan kereta, dia juga punya bus. Tiket kereta ke Geelong harganya AUD 6.4 searah perorang off-peak season. Off-peak season adalah waktu libur dan weekend. Desember 24 terhitung sebagai waktu libur.  Setelah beli tiket, lihat papan pengumuman jadwal kereta dan platformnya. Dan… tut tut tut, naik kereta api. Eh, kayaknya gak pake api.

Papan petunjuk Jadwal dan Platform

Perjalanan ke Geelong memakan waktu sekitar 1 jam. Pemandangan kanan kiri sebagian besar adalah padang rumput, perladangan, persawahan dan peternakan. Memang negara agraris. Pantas saja mereka sangat protektif terhadap sumber daya mereka. Sangat menyenangkan melihat ladang – ladang yang subur, sapi – sapi yang gemuk dan sehat. Tapi lama – lama bosan juga karena pemandangan yang monoton, akhirnya mengantuk dan ketiduran. Tidur – tidur ayam.

Sesekali kereta berhenti di stasiun – stasiun kecil. Terkadang stasiunnya tampak ditengah padang ilalang. Sepi. Gitu ya ternyata desanya orang bule. Biar sepi tetep aja dijangkau fasilitas transportasi.

Sampai di Geelong sekitar pukul 10 pagi. Menurut informasi, dari stasiun Geelong ada bus – bus yang pergi ke Great Ocean Road. Diantaranya bus milik V/Line dan McHarry. Kebetulan waktu sampai ada bus V/Line yang sudah boarding mau berangkat. Berlari – larilah kami ke arah bus. Sampai di pintu bus, kondekturnya nanya karcis. Kami belum beli. Disuruh beli di loket V/Line stasiun. Kami beli tiket sampai kota Lorne (bacanya: lorn). Harga tiketnya AUD 8.4 searah per orang. Kami beli searah saja. Jadwal keberangkatan bus bisa dilihat di website V/Line. Search aja.

V/Line Bus ke Great Ocean Road

Perjalanan bus ini menarik. Bisa melihat pemandangan kota – kota kecil yang dilalui. Sesekali melalui barisan semak – semak yang di dekatnya ada rambu – rambu bergambar kangguru. Awas kangguru nyebrang! Sangat ngarep ngeliat Kangguru nyebrang ataupun Koala nangkring di pepohonan. Tapi sayangnya, gak nemu blas!

Bagian awal perjalanan bus menyuguhkan pemandangan kota kecil dan jalanannya. Belum terlihat pemandangan pantai selatan yang dijanjikan. Jelas saja, Great Ocean Road awalnya dari Torquay. Dan Geelong – Torquay itu memang bukan jalur tepi laut. Setelah sekitar 30 menit, barulah tampak tanda – tanda pantai itu. Sesekali tampak sekelibat pemandangan laut, tapi masih tertutup pepohonan dan rumah – rumah. Torquay lewat.

Mengintip pantai dari jalan berliku

Di Anglesea sudah mulai banyak orang yang turun membawa papan selancar. Tepian pantai sudah mulai sering terlihat. Tapi masih belum intensif pemandangan pantainya. Anglesea juga konon tempat favorit orang berselancar. Lepas Anglesea perjalanan mulai menarik. Jalanan mulai berliku – liku dengan tebing di kanan dan jurang di kiri. Jangan takut, jalanannya luas dan bagus. Supirnya pun terlatih, sepertinya. Tebingnya berpohon – pohon, jurangnya pun bersemak – semak. Sepertinya banyak jenis pohon eukaliptus. Makin jauh semakin jelas bahwa jalanan ini terletak di tebing – tebing selatan benua ini. Pemandangan laut lepas dan pantai makin terlihat jelas. Beautiful!

Pemandangan Pantai Laut Selatan

Pemandangan laut lepas yang biru dan pantai sesekali tampak berombak. Karena bus ber AC, jadi tidak bisa merasakan hembusan angin lautnya. Sepertinya pengen buka kaca jendela saja. Jalan terus berliku – liku, mengiringi liku – liku lekuk selatan benua ini. Lautnya jadi tampak berteluk – teluk. Tak terasa perjalanan sudah 1.5 jam. Sudah mencapai Lorne. Turun, deh😦

Tiba di Lorne

Di Lorne ada beberapa tempat perhentian. Kami turun di dekat Tourist Information Center. Sempat masuk untuk ke toilet dan mengambil beberapa brosur. Hawanya adem biarpun terang bermatahari. Dari situ kami menyusuri jalan ke arah pantai. Pantainya terlihat dari tepi jalan.  Pantainya bersih, biru, bening. Keren! Untuk ke pantai kami melalui lapangan rumput dan tempat bermain anak – anak. Ramai suasananya. Ada ortu yang bermain – main dengan anaknya, lempar – lemparan friesbies dengan doggy-nya, dan ada pula yang sekedar berjemur sambil membaca. Tentu saja, di pantainya ada yang berenang – renang dan berselancar. Cuaca yang bagus untuk ke pantai. Tapi ada yang aneh. Kami  ke pantai kok jaketan? Lha wong pantainya pake AC. Ya baru di sini ini ke pantai pakai jaket. Anginnya nggebes adem kayak AC. Brrrr…

Suasana di Pantai Lorne

Makan siang di restoran seberang jalan. Di seberang pantai berjajar restoran dan kafe. Nggak nemu yang bertuliskan ‘Halal’, meskipun nggak ada yang tulisannya ‘Haram’ juga. Akhirnya milih restoran burger dan pizza, pesen menu pizza vegetarian. Harganya ukuran medium kalo gak salah AUD 12. Gak habis buat berdua, dibawa pulang sisanya.

Habis makan siang jalan ke pantai sebentar. Duduk – duduk menikmati semilir angin. Setelah itu memutuskan pulang sekitar jam 2 siang. Kebetulan lagi ada bus McHarry lagi ngetem mau berangkat. Naik deh kite. McHarry konon trayeknya dari Geelong hanya sampai Lorne. Kalau mau sampai ke Apollo Bay mesti naik V/Line. Kali ini beli tiket dari supirnya langsung. Harganya sama.

Stasiun Geelong

Perjalanan balik terasa lebih cepat. Tau – tau sudah sampai stasiun Geelong. Langsung beli tiket untuk kereta ke Melbourne berikutnya. Sampai di Melbourne masih sore. Masih sempat jalan – jalan di kota. Rencananya pengen ke Queen Victoria Market. Tapi apa mau di kata, sesampainya di sana pasarnya udah tutup. Parahnya, tutup untuk beberapa hari ke depan sampai tanggal 29 Desember 2010. Ya sudahlah, besok – besok saja. Yang penting hari ini puas bisa melihat pantai selatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s