Hari Keberuntungan: Transport Gratis dan Bertemu Meerkat! (seri Aus-3)

Hari itu adalah hari ke-3 kami di Melbourne. Rencana awalnya kami ingin melihat Pinguin dan Koala di Phillip Island. Tapi harus kami urungkan karena waktunya tidak memungkinkan. Untuk ke Phillip Island kira – kira perlu sehari penuh. Dan supaya tidak terburu – buru, sepertinya lebih nyaman kalau pakai menginap. Berhubung planning kami yang terlalu mendadak dan saat itu pun musim libur, maka agak sulit untuk mencari akomodasi. Jadilah diurungkan, diganti dengan acara yang serupa tapi tak sama.

Setelah dipikir – pikir, kalau cuman mau ketemu sama hewan – hewan Australia kenapa nggak ke bonbin aja? Gak usah jauh – jauh, gak usah pake nginap, tentunya lebih murah. Jadilah kami ke Melbourne Zoo.

Setelah sarapan, cabut ke stasiun seberang hotel dengan maksud membeli 1-day ticket. Lokasi Melbourne Zoo diluar jalur trem gratisan, sih. Sampai di depan mesin penjual tiket, kami disambut oleh berita gembira. Hari ini semua publik transport dalam kota Melbourne gratis! Yay! Kenapa gratis? Hari itu adalah tgl 25 Desember.  Lumayanlah, bisa menghemat AUD 6.8 per orang hari itu.

Pengumuman Tiket Gretong

Langsung kami menuju ke trem stop. Trem no. 55 yang kami tunggu.  Dari William Street ke Zoo. Sambil menunggu, ada 2 orang  pria dengan penampilan rada berantakan datang menghampiri. Mereka minta duit buat beli rokok, “Just 5 bucks…”. Sepertinya begitulah gaya ngemis di sana. Cukup  bisa ditolak dengan kata “sorry, gak punya duit kecil”.

Di Dalam Trem

Akhirnya trem yang ditunggu datang. Menurut primbon per-trem an sih trem yang kami naiki adalah jurusan bonbin. Tapi berhenti di mananya ya?  Tiba – tiba kami mendengar ada seorang ibu – ibu, yang tampaknya turis, menanyakan ke penumpang lain dimana dia harus berhenti kalo mau ke zoo. Wow! hebat sekali ibu itu, bisa membaca pikiran orang! Jadilah kami tinggal ngikut aja di mana ibu itu turun. Dan ternyata banyak orang yang turun di sana. Zoo Trem Stop.

Melbourne Zoo punya 2 gerbang masuk. Gerbang utamanya di jalan Elliot Avenue, gerbang lainnya di sisi belakang dekat dengan trem dan train stop. Karena kami naik trem, kami masuk dari gerbang belakang. Naik train bisa juga, katanya sih keretanya dari Flinder St. Station. Setelah membayar tiket masuk seharga AUD 24.80, masuklah kami ke bonbin. Cukup ramai. Ada yang sudah menggelar tikar di rerumputan, ada yang mendorong – dorong kereta bayi, dan ada juga yang baru datang seperti kami. Kirain pagi masih sepi.

Baru datang, udah nyasar ke kandang macan. Hauumm… Persis kayak suara macan di tipi – tipi. Kandangnya besar, dibuat seperti suasana hutan. Biar macannya nyaman. Macannya tampak gemuk dan terawat. Mungkin cocok hawa dan susunya. Dari kandang macan, kami melihat peta mencari target hewan berikutnya.

Target utama kami ke zoo adalah melihat hewan – hewan khas Australia seperti Koala, Kangguru, Wombat, dan Pinguin. Sambil mencari nama – nama hewan tersebut di peta zoo, kami menemukan sebuah nama hewan yang sering kami lihat di tipi acara flora dan fauna nya Planet Animal, yaitu: Meerkat! Meerkat ada juga yah, di Australia? Kirain cuman ada di Afrika. Cihuyy… akhirnya ketemu Meerkat. Binatang berkaki 4 yang sukanya berdiri – berdiri dengan kaki belakangnya. Ternyata Meerkat ukurannya kecil, seukuran Tupai. Gerakannya lincah, dan memang suka berdiri sambil noleh kiri – kanan dengan cepat. Gak usah jauh – jauh ke Afrika deh buat ketemu Meerkat. Benar – benar hari yang hemat.

Meerkat

Setelah dari tempat si Meerkat, kami ke rumah akang guru. Kebetulan si akang lagi gak ngajar. Tuh, mejanya aja kosong. hehe…

Kangguru

Dari kandang ke kandang, akhirnya sampai juga ke kandang Koala. Koalanya lagi nongkrong di atas ranting pohon sambil makan daun eucalyptus. Baunya mirip minyak kayu putih. Pantesan aja mereka gak masuk angin di hawa aussie yang suka dingin begitu. Sayang sekali kami terlambat tiba di kandang Koala. Sepertinya baru saja ada sesi Meet The Keeper -nya Koala. Kalo gak terlambat kayaknya bisa ngelus – ngelus Koala, deh. Kayak di tipi – tipi.

Koala Nangkring

Abis itu ke tempat Pinguin. Sekomplek sama kolam Seal, Singa apa Anjing laut yak? Pinguin yang di situ jenis Pinguin kecil. Bukan yang gede kayak di filem Happy Feet. Tapi pinguinnya malu – malu, sembunyi mulu di sarangnya.

Pinguin Malu - Malu

O iya, di sana banyak hewan yang suka sembunyi di sarang atau di antara pepohonan dalam kandang. Perlu ketelitian untuk menemukan mereka. Suka ngira kandangnya kosong, eh.. setelah diperhatikan hewannya ternyata nyempil di pojokan.

Buntut sama Paw Siapa ya?

Harimau, Macan, Gajah, Orang Utan dan sebangsanya merupakan koleksi utama di situ selain hewan khas Australia. Kompleks kandang Orang Utan sangat besar, mengakomodasi berbagai jenis primata seperti Orang Utan,  Monyet, Kera, Gorilla, Simpanze,  dan kawan – kawan sebangsa dan senegaranya. Kompleks Gajah juga besar. Tentu saja, lha wong badannya seekor udah besar. Di tengah hutan kompleks gajah, kami menemukan warung yang bernuansa sangat akrab ke-Indonesiaan. Rupanya gara – gara si Gajah asalnya dari Indonesia, dibikinin pula warung Indonesia supaya gajahnya merasa di rumah sendiri.

Warung Gajah

Anak dan adik Gajah

Lama berkeliling, lapar juga rasanya. Tak terasa dari masuk sekitar jam 10 pagi, sudah sampai jam 1 siang aja. Waktunya nyam – nyam. Di dalam ada food court. Kami beli fish and chips saja. Habis makan, melanjutkan sedikit keliling zoo, lalu keluar.

Binatang Terkaya - Ber-uang

Zebra Cross Nyebrang

Hari masih siang menjelang sore. Masih bisa dipakai untuk jalan – jalan di kota. Tapi hari itu target melihat Australian Bush Buddies sudah tercapai. Plus bonus ketemu Meerkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s